• Logo

Gejala yang terjadi pada diri penderita OAB meningkat dengan perlahan sehingga dapat menjadi terbiasa dan menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar. Tetapi bila Anda berhenti sejenak dan memikirkannya, Anda mungkin akan terkejut seberapa banyak OAB telah mempengaruhi hidup Anda dan orang-orang di sekitar Anda sekarang maupun nantinya. Hal ini dapat menyebabkan terkucilkan secara sosial, kehilangan pekerjaan, komplikasi medis dan beberapa akibat serius lainnya.

Overactive Bladder (OAB) bukan hanya sekedar sebuah ketidaknyamanan yang ringan. Lebih dari 65% dari seluruh penderita OAB melaporkan bahwa OAB menyebabkan timbulnya masalah dalam kehidupan sehari-hari mereka. Beberapa orang merasa khawatir untuk berpergian keluar rumah atau bertemu teman, untuk menghindari timbulnya “kejadian” yang tidak diinginkan. Sebagian penderita OAB menolak untuk beraktifitas. Sebagian lainnya berusaha untuk membatasi minum, dengan harapan akan mengurangi jumlah frekuensi berkemih, sementara sebagian lainnya akan mengunakan pakaian dengan warna gelap setiap saat atau selalu membawa pakaian ganti kemanapun mereka pergi. Yang lainnya lagi melakukan ’pemetaan toilet’ atau toilet mapping – mereka selalu mencari tahu dimanakah letak toilet terdekat di lokasi aktifitas mereka.

Asupan Cairan

Kebanyakan penderita OAB salah paham, dan kemudian membatasi asupan cairan, dengan harapan akan meredakan gejala OAB. Tetapi malah dapat mengakibatkan masalah pada kandung kemih. Jika asupan cairan berkurang, maka akan terjadi konsentrasi urin, yang kemudian dapat menyebabkan iritasi pada kandung kemih dan menyebabkan urgensi dan frekuensi (urin yang terkonsentrasi berwarna kuning gelap dan memiliki bau yang kuat).

Pengaruh Yang Lebih Besar Pada Penderita Beser

  • Dapat menjadi lebih buruk lagi dengan kehilangan kebebasan, karena mengompol adalah alasan kedua seseorang ditempatkan di panti jompo.
  • Memiliki perasaan terkucilkan, depresi dan merasa dipermalukan dengan keadaan yang terjadi pada diri mereka.
  • Beberapa penderita beser menghindari aktifitas seksual dengan alasan takut 'ngompol'.
  • Memiliki kualitas hidup yang lebih rendah.
  • Penderita beser sering merasa tidak nyaman dengan harus menggunakan pembalut dewasa dalam setiap aktifitas.
  • Cenderung mampu terserang infeksi saluran kemih, infeksi pada kulit, masalah tidur, depresi dan kondisi medis lainnya.
  • Penderita beser memiliki resiko untuk terjatuh sebesar 26% dan 1/3-nya mengalami patah tulang.